Postingan

Solid Gold | Kripto Hingga Inflasi AS Picu Emas Naik ke US$ 1.815/Troy Ons

Gambar
  Kripto Hingga Inflasi AS Picu Emas Naik ke US$ 1.815/Troy Ons – Solid Gold Solid Gold Semarang | Harga emas pada perdagangan pekan ini terbilang apik. Walaupun sempat melemah pada Selasa (11/5/2021) lalu, namun harga emas berhasil berbalik arah ke zona hijau dan berakhir menguat. Perdagangan mata uang kripto yang melemah pada dua hari pada pekan ini, yakni Rabu (12/5/2021) dan Kamis (13/5/2021), membuat komoditas safe haven ini pun berkilau kembali. Selain itu, inflasi Amerika Serikat (AS) yang kembali meningkat pada April 2021 hingga berpotensi mengubah kebijakan dovish bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) juga turut mendorong kenaikan harga emas pekan ini. Pada perdagangan Selasa (11/5/2021) lalu, harga emas sempat anjlok 1,17% ke level US$ 1.815,44. Namun, pada Jumat (14/5/2021) akhir pekan ini, harga logam mulia ini kembali melesat 0,86% ke level US$ 1.842,19/troy ons. Sedangkan selama sepekan terakhir, harga emas sudah menguat 0,64%. “Emas be

PT Solid Gold | Jangan Ketinggalan, Harga Emas Bisa Makin Beringas Minggu Ini

Gambar
  Jangan Ketinggalan, Harga Emas Bisa Makin Beringas Minggu Ini – PT Solid Gold PT Solid Gold Semarang | Harga logam mulia emas mengalami kenaikan yang pesat sejak akhir Maret. Harga emas cenderung uptrend dan sekarang sudah tembus ke atas rata-rata pergerakan harga 100 hariannya. Secara teknikal tentu saja ini kabar bagus bagi emas karena peluang penguatan lebih lanjut menjadi terbuka lebar. Awal Mei merupakan awal yang bagus untuk emas. Si logam kuning kembali tembus US$ 1.800/troy ons pada Kamis minggu lalu. Emas berhasil naik 3,5% sepanjang pekan lalu. Dolar AS sebagai musuh utama emas jatuh di saat yang sama. Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekelompok mata uang lain melemah 1%. Di awal pekan, harga si logam kuning lanjut naik 0,1%. Kini harga emas berada di US$ 1.832,2/troy ons. Selain aspek teknikal ada juga sentimen yang membuat harga emas reli. Sentimen tersebut berasal dari prospek dolar AS. Poling yang dilakukan oleh Reuter

Solid Gold | Giliran Dolar AS Dibanting Emas, Serius Mau Nonton Aja?

Gambar
  Giliran Dolar AS Dibanting Emas, Serius Mau Nonton Aja? – Solid Gold Solid Gold Semarang | Setelah dua bulan merasakan pahitnya ditinggal investor dan harganya jatuh ke bawah US$ 1.800/troy ons, kini emas mulai naik pamor lagi. Alasan klasik banyak yang mulai melirik emas lagi adalah adanya ekspektasi inflasi yang tinggi. Awal Mei merupakan awal yang bagus untuk emas. Si logam kuning kembali tembus US$ 1.800/troy ons pada Kamis minggu ini. Pada perdagangan terakhir semalam, harga emas ditutup melesat 0,84% dan membuatnya menyentuh level US$ 1.830/troy ons yang merupakan posisinya dalam hampir 3 bulan terakhir. Emas berhasil naik 3,5% sepanjang minggu ini. Dolar AS sebagai musuh utama emas jatuh di saat yang sama. Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekelompok mata uang lain melemah 1% pekan ini. Sekarang emas menjadi semakin punya tenaga untuk lanjut reli. Dilihat dari aspek teknikal, harga emas sudah melampaui rata-rata harga 50 harian

Solid Berjangka | Pantengin Monitor! Emas Beri Tanda Bakal Meroket

Gambar
  Pantengin Monitor! Emas Beri Tanda Bakal Meroket – Solid Berjangka Solid Berjangka Semarang | Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis (6/5/2021), mendekati lagi level psikologis US$ 1.800/troy ons. Banyak analis memprediksi jika mampu melewati level tersebut maka harga emas dunia berpotensi meroket. Pada pukul 16:39 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.792,6/troy ons, menguat 0,34% di pasar spot melansir data Refinitiv. Kali terakhir emas berada di level US$ 1.800/troy ons pada 25 Februari lalu. Kenaikan harga emas hari ini dipicu rilis data tenaga kerja AS yang tidak sekuat perkiraan pasar. Automatic Data Processing Inc. (ADP) kemarin melaporkan sepanjang bulan April perekonomian AS mampu menyerap 742.000 tenaga kerja, memang lebih banyak ketimbang bulan sebelumnya 565.000 tenaga kerja, tetapi cukup jauh di bawah estimasi pasar 872.000 tenaga kerja. Data tersebut bisa memberikan gambaran pasar tenaga kerja AS tidak sekuat perkiraan pelaku p