Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Solid Berjangka | Harga Minyak Mentah Jatuh, Eh Harga CPO juga Ikutan

Gambar
  Harga Minyak Mentah Jatuh, Eh Harga CPO juga Ikutan – Solid Berjangka Solid Berjangka Semarang | Penurunan harga minyak mentah membuat harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Harga kontrak CPO pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatif Exchange ambles nyaris 2%. Harga CPO jatuh 1,82% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin. Jelang istirahat siang hari ini, Kamis (8/4/2021) harga minyak nabati Malaysia ini berada di RM 3.775/ton. Meskipun IMF memberikan ramalan yang lebih bagus untuk prospek perekonomian tahun ini, tetapi harga minyak tak langsung terbang. Malahan harga minyak ambles. Ada kenaikan stok bensin yang tinggi di AS. Penurunan harga si emas hitam juga memantik koreksi harga minyak nabati lain tak terkecuali minyak sawit. Harga minyak mentah dan minyak sayur cenderung saling terkait mengingat keduanya juga digunakan untuk pembuatan biodiesel. Penurunan harga minyak mentah bisa membuat penggunaan biodiesel dari minyak sayur kurang kompetit

PT Solid Gold Berjangka | Ternyata Ini yang Bikin Harga Emas Susah Tembus US$ 1.750/oz

Gambar
  Ternyata Ini yang Bikin Harga Emas Susah Tembus US$ 1.750/oz | PT Solid Gold Berjangka PT Solid Gold Berjangka Semarang | Harga emas gagal lagi menyentuh level psikologis US$ 1.750/troy ons. Belum ada katalis positif kuat yang mampu menerbangkan harga emas untuk sementara waktu. Kemarin harga emas di pasar spot sempat menyentuh US$ 1.743/troy ons. Namun harga si logam kuning berbalik arah melemah 0,26% ke US$ 1.739/troy ons pada perdagangan hari kemarin, Rabu (7/4/2021). Emas butuh katalis untuk benar-benar bisa terangkat. Katalisnya berupa pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Paman Sam. Ketika keduanya turun tajam niscaya harga emas punya peluang besar untuk bangkit dari pergerakan sempitnya. Sayang dolar AS dan yield surat utang AS turunnya masih pelan-pelan. Yield obligasi masih berada di rentang tertingginya dalam satu tahun terakhir di 1,66%. Sementara itu indeks dolar masih tetap bertengger di level tertingginya sejak November. Laju vaksinasi

Solid Gold Berjangka | Indeks Dolar AS Jeblok Lagi, Rupiah Bersiap ke Rp 14.420/US$

Gambar
  Indeks Dolar AS Jeblok Lagi, Rupiah Bersiap ke Rp 14.420/US$ | Solid Gold Berjangka Solid Gold Berjangka Semarang | Rupiah sukses membukukan penguatan 2 hari beruntun melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa kemarin. Meski demikian penguatannya masih tipis-tipis saja, tetapi masih berpeluang berlanjut pada hari ini, Rabu (7/4/2021). Melansir data Refintiv, rupiah kemarin menguat tipis 0,07% ke Rp 14.500/US$ kemarin. Sehari sebelumnya, Mata Uang Garuda juga menguat dengan persentase yang sama. Dolar AS yang sedang tertekan akibat rilis data tenaga kerja yang menunjukkan rata-rata upah per jam turun 0,1% di bulan Maret membuat rupiah mampu menguat. Upah merupakan faktor penting yang bisa menentukan tingkat inflasi, ketika rata-rata upah menurun, maka konsumen akan kemungkinan mengurangi belanja, dan tekanan inflasi menjadi berkurang. Ketika tekanan inflasi berkurang, maka bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan kebijakan moneter ultra longgarnya.

PT Solid Gold | Biden Bisa Kerek Dolar Perkasa Lagi, Awas Harga Emas Tumbang!

Gambar
  Biden Bisa Kerek Dolar Perkasa Lagi, Awas Harga Emas Tumbang! – PT Solid Gold PT Solid Gold Semarang | Emas mengalami nasib terburuknya dalam lebih dari 4 tahun terakhir di kuartal pertama. Harga si logam kuning itu di arena pasar spot melemah 10% sepanjang 3 bulan pertama tahun ini. Memasuki awal kuartal kedua harga emas cenderung berada di level US$ 1.730/troy ons atau naik setelah ambles ke US$ 1.685/troy ons. Pada perdagangan ketiga bulan April ini harga emas cenderung stagnan. Senin (5/4/2021), harga emas di pasar spot dibanderol di US$ 1.728,65/troy ons atau tidak jauh berbeda dengan posisi penutupan akhir pekan lalu. Pekan ini sentimen terhadap emas cenderung terpecah. Analis Wall Street cenderung bullish sementara investor main street cenderung bearish. Hal ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan oleh Kitco. Sebanyak 11 dari 15 analis Wall Street atau 73% dari responden yang disurvei memperkirakan harga emas bakal naik. Berbeda dengan Wall Street, inves