Solid Gold Berjangka ~ Provinsi dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

 Provinsi dengan Biaya Hidup Termurah di Indonesia

 
ilustrasi kehidupan pedesaan

Solid Gold Berjangka ~ Kesejahteraan penduduk secara ekonomi bisa diukur dengan menghitung
seberapa besar pengeluaran seseorang atau rumah tangga. Pengeluaran itu untuk memenuhi konsumsi makanan dan non-makanan dalam waktu atau periode tertentu.

Biaya hidup di kota besar butuh biaya hidup yang besar pula. Biaya hidup yang besar itu biasanya dipengaruhi oleh mahalnya harga-harga di tempat tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2016, Jakarta adalah kota dengan biaya hidup termahal.

Untuk hidup satu orang di Jakarta butuh biaya Rp1.876.648 per bulan. Bila satu keluarga dengan dua orang anak--jumlah empat orang-- butuh biaya minimal sebesar Rp7,5 juta per bulan. Bandingkan dengan rata-rata nasional pengeluaran seseorang dalam sebulan, yakni Rp946.258.

Tetapi meski demikian, berdasarkan data BPS 2014 ada provinsi yang memiliki biaya hidup termurah. Berikut lima di antararnya:

1. Nusa Tenggara Timur


Biaya hidup paling murah berdasarkan data BPS Maret 2016 adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hidup di pedesaan NTT hanya membutuhkan Rp479.954 per bulan. Satu keluarga yang terdiri dari dua orang anak, ayah dan ibu cukup mengeluarkan biaya Rp1,9 juta per bulan.

Kemudian, hidup di perkotaan di NTT, seorang cuma butuh biaya sebesar Rp953.114 per bulan. Satu keluarga yang terdiri dari dua orang anak, ayah dan ibu cukup mengeluarkan biaya Rp3,8 juta per bulan.

NTT adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia.

Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, di bagian barat pulau Timor.

Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor Barat (biasa dipanggil Timor).

2. Gorontalo

Biaya hidup paling murah kedua berdasarkan data BPS Maret 2016 adalah Provinsi Gorontalo. Hidup di pedesaan Gorontalo cuma Rp632.647 per bulan. Satu keluarga yang terdiri dari dua orang anak, ayah dan ibu cukup mengeluarkan biaya Rp2.530.588 per bulan.

Dulunya Kabupaten Gorontalo dan Kota Madya Gorontalo di Sulawesi Utara. Seiring dengan munculnya pemekaran wilayah berkenaan dengan otonomi daerah di era reformasi, Gorontalo ini jadi provinsi sendiri.

Provinsi ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000, tertanggal 22 Desember 2000 dan menjadi Provinsi ke-32 di Indonesia.

Ibu Kota Provinsi Gorontalo adalah Kota Gorontalo, sering disebut juga Kota Hulontalo. Sebagian besar warga di Kota Serambi Madinah ini adalah petani. Sekitar 30,63 persen warga Gorontalo adalah petani, kemudian disusul sektor jasa, 25,09 persen.

3. Jawa Tengah


Biaya hidup paling murah ketiga berdasarkan data BPS Maret 2016 adalah Provinsi Jawa Tengah. Hidup di pedesaan Jawa Tengah cuma Rp635.292 per bulan. Satu keluarga yang terdiri dari dua orang anak, ayah dan ibu cukup mengeluarkan biaya Rp2.541.168 per bulan.

Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa, di mana di kota Surakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini.

Suku minoritas yang cukup signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya perekonomian mereka bergerak di bidang perdagangan dan jasa.

4. Sulawesi Barat


Biaya hidup paling murah keempat berdasarkan data BPS Maret 2016 adalah Provinsi Sulawesi Barat. Hidup di pedesaan Sulawesi Barat cuma Rp644.304 per bulan. Satu keluarga yang terdiri dari dua orang anak, ayah dan ibu cukup mengeluarkan biaya Rp2.577.216 per bulan.

Sulawesi Barat adalah provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi yang dibentuk pada 5 Oktober 2004 ini berdasarkan UU No 26 Tahun 2004. Ibu kotanya adalah Mamuju.

Luas wilayahnya sekitar 16,796.19 km2. Suku-suku yang ada di provinsi ini terdiri dari Suku Mandar (49,15 persen), Toraja (13,95 persen), Bugis (10,79 persen), Jawa (5,38 persen), Makassar (1,59 persen) dan suku lainnya (19,15 persen).

5. Jawa Timur


Biaya hidup paling murah kelima berdasarkan data BPS Maret 2016 adalah Provinsi Jawa Timur. Hidup di pedesaan Jawa Timur cuma Rp674.082 per bulan. Satu keluarga yang terdiri dari dua orang anak, ayah dan ibu cukup mengeluarkan biaya Rp2.696.328 per bulan.

Jawa Timur memiliki iklim tropis basah. Dibandingkan dengan wilayah Pulau Jawa bagian barat, Jawa Timur pada umumnya memiliki curah hujan yang lebih sedikit. Meski masih banyak pedesaan, tapi di sana banyak juga industri.

Sejumlah industri besar yang ada di Jawa Timur adalah galangan pembuatan kapal terbesar di Indonesia PT PAL di Surabaya. Kemudian industri perlengkapan tempur PT Pindad di Malang.

Kemudian ada lagi, industri besar kereta api terbesar di Asia Tenggara PT INKA di Madiun, pabrik kertas PT Tjiwi Kimia di Tarik-Sidoarjo dan masih banyak lagi. Pemerintah telah menetapkan 12 kawaan industri estate di Jawa Timur ini. (ita)

baca Disclaimer


 BACA JUGA

Solid Gold Berjangka ~ Minyak Memperpanjang Kenaikan Diatas $ 52 per barel


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kerja ku, " Terdampar di PT Solid Gold Berjangka"

GUDANG SNACK SEMARANG

Solid Gold Berjangka ~ Guyonan Mukidi…SORGA ATAU TENTARA