Harga Minyak Rendah, Laba Medco Turun 19% ke Rp 131 Miliar

 
PT.SolidGoldSemarang~PT Medco Energi International Tbk (MEDC) mencatat laba bersih US$ 10,1 juta (Rp 131,3 miliar) di 2014. Angka ini lebih rendah US$ 2,5 juta (19,8%) bila dibandingkan dengan 2013 sebesar US$ 12,6 juta (Rp 163,8 miliar).

Turunnya laba diakibatkan produksi minyak yang turun ditambah harga yang masih rendah. Pada tahun 2014, Perseroan menahan laju penurunan alami produksi minyak sumur tua di Indonesia sekitar 7%. Hal ini bisa dilakukan di tengah menurunnya produksi minyak di dunia sekitar 20-25%.

Penurunan produksi minyak Perseroan juga disebabkan oleh dikembalikannya blok Sembakung ke PT Pertamina di bulan Desember 2013. Perseroan membukukan jumlah produksi minyak dan gas bumi 2014 sebesar 56.000 barel setara minyak per hari (BOEPD), turun dari 62.000 BOEPD di 2013.

Untuk realisasi harga minyak mentah di tahun 2014, Perseroan mencatat harga rata-rata realisasi sebesar US$ 97,83/barrel atau 9,6% lebih rendah dibandingkan di tahun 2013.

"Perseroan akan terus melakukan upaya efisiensi proses bisnis serta biaya operasi secara menyeluruh termasuk mengevaluasi kembali kegiatan eksplorasi maupun proyek-proyek yang belum mencapai FID," kata Direktur Utama Medco Energi, Lukman Mahfoedz, dalam siaran pers, Senin (30/3/2015).

Walaupun produksi minyak menurun dan harga minyak yang lebih rendah, Perseroan dapat meningkatkan pendapatan dari penjualan gas yang diperoleh dari keberhasilan negosiasi ulang untuk beberapa kontrak penjualan gas domestik.

Harga rata-rata penjualan gas di tahun 2014 meningkat menjadi AS$5,60/MMBTU, naik 9,2% dari harga di tahun 2013. Pencapaian ini membantu kinerja keuangan Perseroan tahun 2014 berupa tambahan pendapatan sebesar US$ 40 juta, dibandingkan dengan pendapatan Perseroan dari penjualan gas di tahun 2013.
 Terkait dengan kedua faktor penurunan di atas (jumlah produksi migas dan harga minyak mentah), emiten berkode MEDC itu membukukan penjualan minyak dan gas sebesar US$ 701 juta di tahun 2014, turun 15,2% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 827 juta.

Segmen eksplorasi dan produksi minyak dan gas masih menjadi kontributor utama, dengan menyumbang 93,4% dari keseluruhan penjualan dan pendapatan usaha atau sebesar US$ 750 juta.

Pada periode ini, perusahaan milik pengusaha Arifin Panigoro ini juga membukukan laba kotor dan laba operasi masing-masing sebesar US$ 271 juta dan US$ 161 juta.

Strategi efisiensi proses bisnis yang dilakukan sejak tahun 2013 dan 2014 ikut membantu kinerja keuangan Perseroan terutama dalam menghadapi tantangan penurunan harga minyak mentah dan laju penurunan alamiah produksi minyak.

Perseroan berhasil menurunkan beban penjualan, umum, dan administrasi di tahun 2014 menjadi US$ 110 juta, turun 5,8% dari jumlah yang tercatat di tahun 2013 yaitu sebesar US$117 juta.

Tahun lalu, perusahaan migas swasta itu menambah portofolio aset Migas di arena internasional melalui akuisisi empat blok eksplorasi di Papua Nugini, delapan blok di Tunisia dan Block 56 di Oman.

Kedelapan blok baru di Tunisia telah menambah produksi dan cadangan 2P Migas Perseroan, masing-masing sebesar dan 2.800 BOEPD dan 11 MMBOE. Aset di Tunisia direncanakan akan dapat menambah produksi hingga 16.000 BOEPD di tahun 2019.

Perseroan akan menyelesaikan Proyek Hulu Senoro Gas dan juga Proyek Kilang Donggi Senoro LNG (DSLNG) di pertengahan tahun ini. Medco juga menargetkan penyaluran gas dari Senoro Gas ke DSLNG mulai di bulan Juni 2015 dan pengiriman pertama kargo LNG pada bulan Oktober 2015.

Kedua proyek ini akan memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan kepada Perseroan mulai tahun 2015 ini. Proyek Utama selanjutnya adalah pengembangan Block A PSC di Aceh.

Setelah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) pada bulan Januari 2015 dengan PT Pertamina (Perseroan) dengan harga jual gas yang disepakati pada US$ 9,45/MMBTU maka Perseroan, beserta mitranya, akan mempersiapkan FID (Final Investment Decision) di triwulan kedua tahun ini dan pengiriman pertama gas 58 BBTU (Billion British Thermal Unit) per hari direncanakan pada akhir tahun 2017.

baca Disclaimer

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kerja ku, " Terdampar di PT Solid Gold Berjangka"

GUDANG SNACK SEMARANG

Solid Gold Berjangka ~ Guyonan Mukidi…SORGA ATAU TENTARA