Minyak Catat Kenaikan Terkait Pertempuran Di Sekitar Kilang Terbesar Libya

LibiaPT.SolidGoldSemarang~ Minyak diperdagangkan di atas level $ 60 per barel di tengah kekhawatiran terhadap pasokan minyak Libya setelah pasukan pemerintah menyerang milisi Islam (ISIS) di dekat kilang minyak terbesar Libya di Es Sider.

Brent naik sebesar 1 % di London. Sementara pemerintah Libya mengatakan aksi tersebut dipicu oleh serangan milisi (ISIS) di Es Sider sehingga produksi dihentikan awal bulan ini. Output Libya turun sebesar 352.000 barel per hari, menurut Mohamed Elharari, juru bicara Libya yang dikelola oleh National Oil Corp dibandingkan pada volume perdagangan 2011 yang mendekati 1,6 juta barel per hari. Sekitar 88 % di bawah RSI 100-hari untuk hari ini karena sebagian besar pasar di Eropa pada hari ini libur setelah Natal.

Minyak berjangka turun 45 % tahun ini, sehingga bersiap untuk penurunan tertajamnya sejak 2008 lalu, terkait OPEC menolak pemangkasan pasokan untuk mempertahankan pangsa pasar, sementara produksi minyak AS naik dalam tiga dekade terakhir sehingga melimpahnya persediaan minyak global. Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, berasumsi harga minyak US $ 80 per barel untuk tahun 2015 mendatang, kata John Sfakianakis, mantan penasihat ekonomi pemerintah negara itu.

Brent untuk pengiriman Februari naik sebesar 61 sen ke level $ 60,85 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, dan berada di level $ 60,79 pukul 01:01 siang waktu setempat. Sementara minyak mentah patokan Eropa diperdagangkan lebih tinggi di level $ 4,41 di bandingka West Texas Intermediate.

WTI untuk pengiriman Februari naik 55 sen ke level $ 56,39 dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sekitar 59 % di bawah RSI 100-hari untuk hari ini. (vck)
Sumber: Bloomberg
baca Disclaimer

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Kerja ku, " Terdampar di PT Solid Gold Berjangka"

GUDANG SNACK SEMARANG

Solid Gold Berjangka ~ Guyonan Mukidi…SORGA ATAU TENTARA